Senyum

Kalau ada yang bertanya, mengapa jarang tersenyum?

Bilang saja, biar tidak bertambah keriput di muka.

Senyum saja lah!

Senyum dong!

Senyummu manis.

Senyummu adalah sedekah.

Senyumlah saat suka!

Pun saat duka.

Adakah yang salah dengan senyum saat berduka dalam dada?

Kadang iya.

Merasa bersalah karena senyum saat hati ini tidak baik-baik saja.

Merasa kecewa karena pandai menutupi luka.

Pernahkah terpikir begitu?

Aku sering.

Saat kamu tidak memasang senyum di wajahmu, orang-orang menjadi pandai menerka.

Bukan karena kamu penting.

Mungkin itu karena kamu mengganggu mereka.

Dan akhirnya membuat dirimu bertambah lara.

Oke aku tau, senyum bisa meredakan luka.

Akan ku coba.

Aku akan terus berusaha.

Mulai sekarang.

Mulai saat aku menulis ini.

Kamu lihat senyumku?

Ingatlah lekat-lekat!

Itu senyum termanisku untuk mu.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *