Ngacapruk #40

Jangan melakukan kesalahan yang sama, masih banyak kesalahan lain yang perlu dicoba. -Anonim

Jangan bersedih bila hari ini suram, karena besok besok akan datang hari hari yang jauh lebih suram. -mojokdotco

Tenang saja, habis kegalauan akan datang lagi kegalauan kegalauan lain yang membuatmu galau segalau galaunya sampai kamu gak sadar kalau kamu sedang galau.

Continue Reading

Cerita konyol #5

Suatu pagi di kantin.

“Mas saya mau bayar, nasi goreng spesial telor dadar porsinya setengah, berapa mas?” tanyaku.

“12 ribu mba.” jawab penjual nasi goreng.

“Ni ya mas, terima kasih” Kataku sambil memberikan uang kepada penjual.

Aku pun berjalan menjauh.

Tiba-tiba mas nya memanggilku, “Mba, nasi gorengnya mau dibungkus atau makan disini?”

“Nggak mas, itu saya bayar nasi goreng beberapa hari yang lalu.”

Mas nya tersenyum.

‘Iya mas saya lupa bayar waktu itu’ ku berujar dalam hati.

Continue Reading

Ngacapruk #39

Tak mau mengabari sebelum dikabari duluan.

Menunggu diajak sebelum nimbrung duluan.

Ada alasan dibaliknya.

Orang bilang,

Jarak antara seseorang dengan orang lain adalah kesalahpahaman.

Kata orang,

Tembok yang menghalangi seseorang dengan orang lain adalah gengsi.

Hm?

Continue Reading

Cerita konyol #4

Suatu hari, aku bersama teman datang ke suatu bank untuk menukar uang.

Tapi, dengan harapan bisa menukar uang dengan nilai tukar serendah-rendahnya, kami mencari tempat penukaran uang yang lain.

Naik turun angkot ke tempat penukaran uang menjadi aktivitas di hari itu.

Lelah rasanya. Kemudian tersadar.

Hellooow, kenapa ga googling aja sih, terus telpon deh buat nanya kurs dan stok, biar gak naik turun angkot.

Hah! Ini udah mau 2019.

Continue Reading

Ngacapruk #38

Kalau sudah nyaman,

Tas saja dipakai terus sampai belel (warnanya luntur, red)

Lalu diwarnai lagi saja, biar terlihat baru

Kalau sudah nyaman,

Baju rombeng saja tetap dipakai, nggak peduli

Kalau sudah nyaman,

Celana robek saja ditambal lagi agar tetap bisa dipakai

Kalau sudah nyaman,

Sepatu rusak saja dijahit dan disol lagi supaya bisa dipakai

Iya, itu kalau sudah nyaman.

Continue Reading

Ngacapruk #37

Kenapa sering lupa hal-hal remeh?

Apalagi hal-hal penting?

Mungkin kamu kurang asupan omega 3. Makanya, ayo kita makan ikan! (*kampanye)

Mungkin hal itu tidak penting bagimu.

Mungkin kamu tidak ingin mencoba untuk mengulang-ulang hal itu secara teratur, walaupun itu penting.

Mungkin kamu maksa memikirkan hal lain yang bukan kapasitasmu.

Continue Reading

Catatan konyol #3

Suatu waktu, aku beserta teman-temanku yang lain menghadiri acara penikahan seorang teman.

Kami datang agak telat.

Akad siap dilaksanakan.

Entah mengapa aku antusias sekali, dengan kata lain pecicilan.

Aku berjalan dengan cepat, menuju sebuah kursi dengan meja di bagian depannya.

Seketika duduk, “praaaaak!”

Lalu suasana menjadi hening.

Yasudah aku duduk saja. Seperti tidak terjadi apa-apa.

Akad tetap berlangsung.

Setelah itu, kakak temanku (yang punya hajat) mendekati kami dan membersihkan pecahan gelas itu.

Oh no! aku malu.

Continue Reading

Catatan konyol #2

Ceritanya aku belanja di Alfam*rt.

Aku mengambil apa saja yang ingin aku beli.

Tiba di kasir. Belanjaannya kelebihan. Eh maksudnya uangnya kurang.

“Mba saya cuma bawa uang segini, kurangin aja deh belanjaannya”

Mba-nya bilang, “ga apa mba, balik lagi aja nanti untuk kekurangannya.”

Kok mba nya percaya aja sih?, itu yang terlintas dalam pikiranku.

Beberapa waktu kemudian, aku belanja di toko Alfam*rt yang sama.

Ambil ambil saja apa yang ingin aku beli.

Tiba di kasir, mba nya bilang ” semuanya 58 ribu”

“Oow, aku cuma ada uang 40 ribu”, tuturku dalam hati.

“Mba, saya salah, saya mau tuker yang ini ya”

Aku pun segera menukar ke barang yang sama dengan kuantitas yang lebih kecil.

“Jadi berapa mba semuanya?”

“Semuanya 38 ribu, mba.” Jawab penjaga kasir.

Yes, mulai berpengalaman. Haha

Continue Reading

Catatan konyol #1

Aku ingat, saat itu aku bersama temanku sedang berbelanja di sebuah toko.

Selesai berbelanja, aku ingat aku berjalan menuju toko berikutnya sambil membawa kunci.

Setibanya di toko kedua, aku menunggu temanku yang sedang berbelanja.

Selang beberapa detik, aku sibuk mencari kunci, mulai dari kantong belanjaan, saku pakaian, hingga menelisuri jalanan.

Setelah temanku selesai berbelanja, aku pun bertanya, “eh liat kunci ga?”.

Dia menunjuk ke bagian leherku.

Eh ternyata kunci dan talinya santai-santai aja tuh ngegantung di leherku.

😬😬😬

Continue Reading

Ngacapruk #36

Apa yang mengingatkanmu pada rumah?

Orang-orangnya sudah pasti

Tapi lebih dari itu

Bagaimana di setiap pagi aku merasakan dinginnya udara

Ditemani rintik rintik hujan seolah berirama

Diselimuti awan kelabu di atapnya

Atau kadang aku merasakan sejuknya udara pagi hari

Kali ini bersama hangatnya mentari

Pancarannya lembut menyapa hari

Juga langit biru, aku yakin, tak mau beranjak pergi

Continue Reading