Ngacapruk #24

Berkeluh kesah adalah mekanisme agar tidak ‘gila’.

Cukup pada satu atau dua orang yang kamu percaya.

Pada mereka yang siap siaga mendengarkan.

Tidak perlu pada banyak orang.

Mereka belum tentu mau.

Continue Reading

Nyaman

Kapan kita duduk bersama di serambi atas

Atau di teras

Atau di gazebo

Atau kaki kita sebagian terendam di kolam, mungkin juga di aliran air

Menyeruput minuman bersama

Ditemain angin laut yang lembut membelai wajah kita

Atau angin pegunungan yang menyegarkan raga kita

Lalu berbincang

Tentang sesuatu yang remeh

Hingga sesuatu yang dalam

Menumpahkan segala yang ada di pikiran

Dan mencurahkan segala perasaan

Lalu tertawa

Bahkan menertawakan sesuatu yang tidak lucu

Atau menangisi sesuatu yang sepele

Pun ketika hening, diam bersama tanpa ada kata

Iya, intinya duduk bersama, menghabiskan waktu berdua.

Continue Reading

Ngacapruk #21

Tidak dihiraukan, salah satunya karena kamu tidak menghiraukan.

Atau karena kamu tidak disukai.

Atau karena pembicaraanmu tidak penting.

Atau mungkin perasaanmu saja.

Sadarilah, kamu tidak bisa menjadi orang yang disukai semua orang.

Tugasmu bukan itu.

Tugasmu adalah pergi ke barat, mencari kitab suci 😂

Continue Reading

Bapak

Waktu demi waktu, saat aku pulang, wajahmu semakin keriput.

Helaian rambut putih semakin bertambah.

Aku menyaksikan, betapa tubuhmu tak sekekar dulu.

Namun langkahmu, selalu tertuju.

Di balik diammu, kasih sayangmu tulus.

Di dalam hatimu, ada cinta tanpa ragu.

Continue Reading