Kini

Kini, obrolan tentang impian, masa depan, dan hal-hal yang berat, tidak lagi kita lakukan dalam satu meja yang sama, sembari meneguk minuman kesukaan masing-masing.

Atau dengan bertukar suara, walau tanpa melihat ekspresi muka.

Kini, aku lebih banyak mendengar lewat satu layar 4 inci di depan mata.

Mereka menceritakan impian dan pengalaman mereka.

Memang, belajarlah dari mana saja.

Tapi tetap ada yang kurang, bukan lagi ceritamu yang aku dengar.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *