Kamu : hasil dari proses di masa lalu

Kamu dihasilkan dari sekian lama proses yang telah dilewati.

Hasil dari kamu yang dipuji dan dibanggakan.

Hasil saat kamu ditolak dan dicampakkan.

Akumulasi dari kamu yang ada tapi tidak dipedulikan.

Begitu pula saat hanya 1 orang yang berjiwa besar menerima segala kekurangan.

Atau bahkan saat dimana hanya aliran darah yg sibuk meng-‘hidup’-kan sel-sel tubuhmu yang kaku.

Kamu tidak sendiri. Pikiran dan hatimu selalu setia meresponmu.

Begitu pun mikrob yang ada di tubuhmu tanpa kamu sadari.

Dan tentu, masih ada Tuhan yang kamu percaya.

Berbagai hal yang kamu liat dan rasakan membuatmu berpikir dan membentuk cara berpikirmu.

Dan sekian lamanya membuatmu menjadi kamu yang sekarang, juga setumpuk pikiran tentang apa yang ingin kamu lakukan di masa depan.

Tak hanya itu, proses membuatmu bergelut dengan ketakutan dan kekhawatiran tentang masa depan, yang kamu tahu, itu belum tentu terjadi.

Itu membentuk cara pandangmu terhadap dunia, dan lebih dalam melihat dirimu sendiri.

Lalu kamu akan berada pada titik dimana kamu berterima kasih pada masa lalu, pada bagian-bagian yang menurutmu pahit, pada orang-orang yang ada saat itu.

Kamu tidak mampu melupakan itu, sedalam apapun kamu menguburnya.

Semakin kamu ingin melupakan, semakin ia lekat lekat di pikiranmu.

Dan sekali lagi aku bilang, kamu akan tiba pada saat dimana kamu mengingat-ingat kembali rasa pahit di masa lalu, yang tanpa sadar membuatmu menjadi kamu yang sekarang.

Dan kamu tidak benci (lagi) tentang itu.

Kamu telah berdamai dengan mereka.

Menerima mereka menjadi bagian dari dirimu.

Hingga kamu berkata, “Alhamdulillah”.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *