Bad mood?

Kalau kamu sedang BT, kesal, marah, bad mood, atau semacam itulah pokoknya,

Dan kamu merasa tidak mampu menyembunyikan raut wajahmu

Kamu merasa terlalu ekspresif

Tapi, yang terlalu itu tidak baik kan?

Ujung-ujungnya bisa menular ke orang di sekelilingmu

Padahal mereka tidak tahu apa-apa, uuuh kasihaaan !

Kamu tahu solusinya?

Temanku pernah bilang, “Saat kamu dalam suasana itu, pakai masker saja!”

“Untuk apa?” tanyaku.

“Untuk menyembunyikan bibirmu yang cemberut.”

“Loh kenapa? Padahal aku kan cantik kalo lagi bad mood dan cemberut.”

“Apalagi kalau kamu pakai masker, kamu jauh lebih cantik.” jawabnya.

Continue Reading

Januariku

Januariku waktu itu adalah pagi hari.

Rintik hujan, dingin, dan sesekali angin.

Aroma kopi milik teman+temanku menjalar sepanjang sel saraf dan masuk dalam otakku.

Saat itu, kami tidur di ruangan bernama laboratorium.

Ini bukan laboratorium sebagai nama kiasan.

Yang ku maksud adalah laboratorium sungguhan.

Kami mengerjakan sesuatu, mencari jawaban dan pertanyaan-pertanyaan baru.

Mengapa harus melewatkan malam di laboratorium? Payah.

Namun, saat itu begitu lekat di ingatan.

Apa yang aku cari tak kunjung jua ku dapati.

Temanku pun (mungkin) begitu.

Satu tahun berlalu, setelah satu tahap kami raih, kami melakukan hal yang sama lagi.

Januari, pagi hari, dingin, dan laboratorium (lagi).

Tapi kali ini ada pelangi yang menemani.

Beberapa saat ia menghiasi langit pagi.

Seperti sebuah drama, semua terasa berarti.

Sudahlah.

Hujan di pagi hari memang identik dengan Januari, kan?

Continue Reading

Baju

Mamaku bisa menjahit baju.

Dulu, ia sering menjahitkan baju untukku.

Dari model baju yang aku senangi, hingga model yang aku tak pernah ingin pakai.

Semakin waktu berlalu, semakin jarang mama menjahitkan baju untukku.

Mungkin tahu bahwa anaknya tak akan pakai bila tak sesuai keinginan.

Satu waktu, entah mengapa aku ingin mama yang menjahitkan bajuku.

Termasuk baju untuk hari-hari besar dalam hidupku.

Meski mama sering menjahitnya ulang karena tak sesuai inginku, ia lakukan saja.

Iya, setiap untaian benang pada baju itu seolah menghadirkan kasih sayangnya.

Dan saat aku pakai baju itu, aku merasakan ada ketulusan dalam setiap jahitannya.

Continue Reading